Home > Blogmufid, Catatan Harian > Wisata Puncak Petahunan – Semedo Pekuncen Banyumas

Wisata Puncak Petahunan – Semedo Pekuncen Banyumas

Hari minggu, hari yang di tunggu-tunggu untuk bersantai dan Represhing, menghilangkan segala kepenatan setelah 6 hari kerja dan represhing Pikiran biar tetap sehat. Minggu Kliwon (neptu 13) Tanggal 17 Januari 2010 Cara Orang Jawa bilang tanggal 2 sapar atau Lebih Kerennya Lagi Tanggal 2 shofar tahun 1431 Hijriyah. Lah intine dina kue Mufid ingin represhing… Pagi Jam 8 sudah ke Pasar Cerme Purwosari untuk membeli buah, karena Ramai banget pasarnya akhirnya mampir dulu ke kantor untuk buat bikin cover penawaran kegiatan pengadaan barang/jasa di cilacap. Setelah rampung,  segera aku pergi ke pasar lagi dan membeli Semangka di Pasar Cerme Purwosari Kecamatan Baturaden. Pulang ke rumah. Bantuin ibu sebentar, ngirim ke Sawah, terus otak-atik file komputer. Selesai langsung Mandi

Setelah pekerjaan rumah beres, segera mufid berangkat sama Aruf bancet ke rumah sudin di Sirongge Karangtengah Kec. Cilongok. Sebelum sampai di rumah sudin, mufid dan aruf melewati desa Beji, Karangsalam, rejasari, Karang lewas, Karanggude, Tamansari, karang kemiri, terus Lewat Jalur alternatif melalui Langgongsari, entah melewati desa apa aja yang jelas sampai di Panembangan, terus tancap gas sampai juga di karangtengah cilongok. Nyampe di sana ternyata sudin baru mandi, eh salah dink, sudin ndak mandi tapi motonya yang lagi mandi. Nyuci motor beres terus masuk rumah sudin dan Medang. Ya orang jawa ngarani medang lach. Di sandingi banyu bening kesukaanku, terus ada pisang rebus dan jenang wijen asli karangtengah cilongok. Tanpa basa-basi kami langsung menyerbu itu jenang dan pisang rebus untuk bertempur dengan cacing2 di perut kami. Heheh… kaya wong kencoten banget lach…

Dah cukup puas makan pisang rebus dan jenang wijen made in karangtengah cilongok, kami langsung bersegera menuju rumah sedulur enome sing umahe paling nduwur. Jerene kera sakti arane desa Negeri Atas Angin Pekuncen. Ayo… wis ora sabar. Langsung menuju ke TKP. Perjalanan di mulai lagi menuruni desa karangtengah lalu ada tikungan belok kanan menuju desa karang klesem, Tumiyang. Waw.. di tumiyang ternyata pemandangannya sangat cantik sekali, seperti di lingkari oleh pegunungan dan sawah. Lah sing jelas pemandangane asyik banget lach… janen tah pengin mandeg tapi ora kepenak karo sudin dadi ya terus menuju desa Legok melewati stasiun Legok, terus ada pertigaan ambil kanan arah menuju pekuncen, ternyata melewati arena pasar malam yang cukup lumayan ramai, dan melihat adik kelas makai seragam jaket cadibika angatan sekarang (kelas 3 sekarang) ndak tau namane pake jilbab ndak tau juga cantik atau ndak. Hehehe…. Ayo langsung menuju ke arena pekuncen.. singkat cerita sudah sampai di kawasan desa SEMEDHO… Desa yang di tuju.

Dengan tenang dan santai aku melewati jalan menuju semedo, tak kira jalane kepenak,eh… ternyata  saudara-saudara jalannya busyet… subhanalloh… naik banget koch.. asem banget yakin. Langsung tancap gas melewati tanjakan dengan rasa was-was dan kadang juga glewehan… untuk mencairkan suasana… lamba banget naiknya karena aku sendiri baru ke TKP ini… di singkat lach ceritane ujug2 wis tekan maring desa semedo, melewati Balai desa semedho terus ada masjid dan ada jalan yang pertigaan pertama dari balai desa terus ambil kanan. Sekitar 300 meter ada pohon jati yang cukup besar. Kelihatan rumahnya… rumah di puncak gunung … heheh… akhirnya aku ndak tahan pengin kencing langsung segera mencari sumur di sawah … huh… Lega juga. Segera masuk rumah di sambut dengan baik oleh UNTUNG SUBEKTI dan Keluarga. Waw… ternyata untung itu jadi putih banget dan rambutnya tuh keren abis lach.. kaya F4 gitu … jeren bancet kaya musisi lach…

Ngobrol ngalor ngidul ngetan kulon, melepas rindu dengan sahabat dekat, teman yang lama ndak jumpa, ada rasa haru, bangga, tertawa dan bahagia… lah lengkap kayane. Setelah beberapa menit muncul juga air putih dan selai pisang dan Seriping pisang. Langsung di nikmati oleh F4 … heheh… ada sudin, amin maruf,  untuk subekti dan mufid majnun. Heheh… ngobrol terus sampai bingung kebanyakan topik, kebanyakan obrolannya adalah masalah CEWE … mbojo dan mbojo. Setelah lama ngobrol hampir 1 jam muncul juga nasi dan lauk pauk nya… awalnya sudin, aruf malu2 untuk makan, tapi setelah di persilahkan oleh tuan rumah maka segera di habiskan tuh lauk dan nasinya. Heheh… cukup Wareg.

Setelah rampungan, dilanjutin lagi cerita 2 nya dan aku pengin banget nyari tempat di daerah sini yang bisa ngeliat tempat yang bagus, setelah di rayu-rayu oleh teman2nya akhirnya uung mau juga mengantar kami. Wao… kemana nich, ngikut aja lach.. wong yang nulis ini ndak paham jalan dan namanya. Yang jelas langsung menuju TKP aja dech. Masuk ke daerah obyek wisata puncak Negeri atas angin di Petahunan – Semedho Pekuncen. Kami memarkirkan di bawah karena ndak mungkin motor bebek kami bisa melewati jalan2 yang sangat menakutkan… heheh… kami berlomba lari-lari menuju ke puncak. Di tengah perjalanan pengin ngerokok loch… untung kakange bawa, heheh.. mufid njaluk dech… menikmati naik pegunungan dengan merokok. Nikmat lach… ujug-ujug tekan puncak lach… owh … ngorong-ngorong … hui… busyet subhanalloh indahnya… waw… ternyata sudah berada di puncak negeri atas angin. Penyakite pada kambuh kieh pada narsis. Langsung pada nggaya dan aku mau tidak mau harus jadi fotografernya… heheh… fotografer asal jepret lah, nek elek ya kari di hapus. Dari atas sini bisa melihat layaknya kita melihat di google earth, mobil kecil2 banget ada rumah hutan.. lah kelihatan desa di pekuncen, ajibarang dan purwokerto kelihatan dari sini. Apik banget lach… karena keterbatasan bidikan kamera jadi ndak bisa mengambil gambar secara jelas kota ajibarng.tapi sungguh sangat menyenangkan. Setelah cukup berfoto2, segera kami mendekati gerombolan orang pecinta alam yang suka tantangan, mereka pada pakai tril untuk menaklukan medan pegunungan ini. Ada sekitar belasan orang dari wilayah ajibaran dan pekuncen pada main disini. Kami ikut foto2 dan tak lama mereka langsung pergi mencari tempat lain yang lebih indah.

Kami berempat menikmati pemandangan yang sangat indah. Suara dan rasa dari angin sangat terasa di tempat ini. Hui… kami sempat juga bikin video loch… ya bwt kenang-kenangan walaupun layarnya tidak selebar tv. Heheh… intinya kami sangat puas bisa melihat Lukisan tuhan. Subhanalloh, Walhamdulillah Walaailahailalloh, huwallohu akbar. Kami bersyukur sekali masih bisa menikmati keindahan alam ini. Sebenere pengin agak lama lagi di situ Cuma cuaca yang mengharuskan kami turun dari gunung ini, aku lupa nama gununge, sebener kemarin sich di kasih tahu nama gununge oleh tukang pencari rumput, karena hujan kami turun dan pulang. Untung sekali kami istirahat dulu di rumah untung dan bisa makan dan sholat, dan ternyata di purwokerto ada angin yang sangat besar dan kami di selamatkan masih di pekuncen. Singkat cerita pulang melewati puwokerto dengan suasana pohon pada tumbang dan listrik mati. Karena yang nulis ini sudah capai ngetik dan emang sudah ngantuk akhirnya tidur. Dech… moga mimpi indah…

  1. Rian
    18 January 2010 at 11:07

    sip banget bank … pemandangane apik lach …

    • 11 May 2010 at 09:22

      yah.. inilah ciptaan Alloh SWT.
      yang harus kit syukuri dan kita jaga kelestariannya…

  2. 17 April 2010 at 14:20

    mantaapz

    • 11 May 2010 at 09:22

      yupz… mantapz banget !!!

  3. ito lice
    10 May 2010 at 18:39

    ga di sangka q yg dkt dgn negeri atas angin . ternyata sungguh menakjubkan ngliat tetangga kampung ku . sejuk bANGEDDDDD……

    • 11 May 2010 at 09:21

      yupz… bener Bangedd tuch…

      Sejuk powlll….

  4. 5 May 2011 at 13:55

    wid makasih lu dah mau datang ke tanah kelahiranku tumpah darah ku cuma aku udah lama tidak disitu lagi terus di espos biyar kampungku tambah ngetren

  5. yunita
    23 October 2011 at 05:18

    wisata puncak petahunan semedo sangat terkenal…..

  6. yunita
    23 October 2011 at 05:19

    yunita juga orang petahunan semedo pekuncen….

  7. Rashim Priyono
    25 November 2011 at 04:30

    Alhamdulilah desa kelahiran sy ada yg peduli u diespos,terima kasih mas mufid sy asli Petahunan tpi uripe diperantauan daerah Bekasi semoga Pemerintah Daerah bisa melirik untuk wisata yg asri dan elok.trim

  8. Rio
    7 May 2012 at 15:39

    mksh udah mau dteng berkunjung ke petahunan top bnget mbok asline lahh..

  9. Poer..
    7 May 2012 at 15:44

    Alhamdllh desa petahunan jebulee ya jen pancen oyes apa maning wargane pada guyub rukun mbangun desane..

  10. m0erny
    1 June 2012 at 22:28

    petahunanqhuww,luph u pull pkoke lach…

    untung subekti,kaka kelasqhuw…hehe

  11. Winna
    28 June 2012 at 13:08

    Bgus bgd dc,

  12. Lono
    9 April 2013 at 11:44

    Makasih mas dah ekspos tanah kelahiranku… Smoga di lain hari bisa dtang lagi dan pamerin ke temen” semua… Sekali lagi trimaKasih..

  13. 1 September 2016 at 11:39

    halloo kak,
    bisa di kasih tau arah arahnya kalo bawa kendaraan dari stasiun purwokerto??
    Terimakasih

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: