Home > Catatan Harian > Sebtu Pon, Weton enom

Sebtu Pon, Weton enom

Terasa lama banget ndak ngebLog, akhirnya untuk mengisi kegiatan, dari pada pikiran kosong, melamun, apamaning mikir sing ora-ora. Hehe…. ya mending nulis catetan urip. Ya senajan beberapa jam terkadang bisa menjadi kenangan. Kemaren hari jumat mufid mendapatkan anugerah ujian dari Alloh swt. Diantaranya sakit pusing yang sungguh… sungguh … terLalu. Sehingga bada sholat jumat tanpa basa-basi langsung tidur sampai skitar jam 15.00 terbangun. Ternyata ada sms dari sahabat dekat yang sudah seperti keluarga sendiri. Tanpa ragu segera ku telepon nomer itu dan kebetulan sedang di rumah. Sehingga aku pun tanpa pikir panjang segera bersiap-siap, sholat ashar dulu terus meluncur ke cilongok.

Alhamdulillah ketemu dengan orang yang bersangkutan. Tanpa basa-basi langsung aku ngomong kalo lagi mumet ora karu-karuan lan matane juga madan lara. Hehe… ternyata pengertian juga. Tanpa berkelit langsung di hajar tubuhku. Pertama bagian kepala yang memang katanya sumber sakitnya. Hampir seluruh kepala di hajar dengan jari saktinya. Dalam waktu singkat dapat mengumpulkan dzolim yang cukup banyak dan di pindahkan ke dalam media kerikil. Ya memang menurutnya media ini yang aman dan mudah terjangkau oleh siapapun. Tanpa perlu kembang atau minyak wangi bahkan kemenyan. Di sisir semua yang menjadi sumber rasa sakitnya. Dan Alhamdulillah setelah di pindahkan ke kerikil kepala dan badan sedikit terasa enteng. Walaupun sakitnya masih terasa.

Istirahat sejenak buat ngumpulin tenaga, terus bergerak tuh jari tangan nya mijet titik refleksi dengan otomatis ke daerah yang perlu di kendorkan urat sarafnya. Hampir 15 menit sudah waktu berjalan dan akhirnya selesai juga. Segala puji bagi Alloh swt, Alloh memberikan kesebuhan, walau belum sembuh total. Yang penting pesannya semakin mendekatkan diri kepada Alloh swt, selalu istighfar, Jangan terlalu kecapaian, ojo mikir sing ora perlu di pikir, aja nglamun lan pikirane aja kosong.

Ternyata tubuhku ndak kuat karena banyak yang menyerang dan juga memang pertahanan saya juga jebol sehingga pantas saja kalau terasa sakit kepala yang ndak wajar, mata tidak se tajam kucing, dan terkadang ada bisikan-bisikan halus yang tidak lain adalah belis yang di pelihara oleh mantan juraganku. Subhanalloh, ini pelajaran yang sangat berharga. Aku harus lebih waspada dan mawas diri.  Terima kasih Tuhan, terima kasih sahabat sekaligus keluargaku.

Oh iya, tadi sebelum nyampai di tujuan ada kecelakaan antara 2 motor, emang ndak begitu parah, namun itu terjadi karena kurang waspada dan hati-hati. Makanya kita memang dalam hidup harus melibatkan hati. Semua tindak laku kita kalau di jalankan dengan hati insyalloh aman dan di Ridhoi ilahi.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: