Archive

Posts Tagged ‘mufid’

Meningkatkan Gairah Semangat (SPIRIT)

14 April 2012 Leave a comment

Sudah beberapa hari ini terasa ada yang kurang dalam kehidupanku, entah apa penyebabnya. Kucoba cari sebenarnya apa yang telah hilang ? terasa hambar dan membosankan. Terasa tak ada semangat dalam beraktifitas baik bekerja, bermasyarakat maupun dalam beribadah.  Pernahkah anda mengalaminya ? Ternyata kehilangan SEMANGAT..

Dari segi Agama Semangat itu ibaratnya iman, terkadang naik terkadang turun. Itu merupakan sifat dasar manusia dan itu juga yang membedakan antara manusia dengan malaikat. Kalu para malaikat imannya selalu setabil tidak naik dan turun, berbeda dengan imannya para nabi dan rasul yang selalu meningkat.  Tapi bagi manusia biasa ya gituh… kadang naik kadang turun.

Secara manusia tentu ingin selalu meningkat semangatnya, namun Read more…

Advertisements

Diam lebih sulit dari pada bicara

11 April 2012 1 comment

Rabu, 11 April 2012, aktifitasku di mulai dari bangun tidur, melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai umat manusia dan prepare goes to hospital. Sebenarnya aktifitas seperti biasanya hanya saja karena jam dinding pun tertawa hahhaa… karena ku hanya diam (kayak lagune jamrud), ternyata jamnya telat 10 menit jadi dipastikan nyampe tujuan lebih dari 10 menit dari yang di rencanakan.

Memulai pekerjaan dengan doa agar semua pekerjaan dapat di selesaikan dengan baik dan lancar serta tentu saja mendapat ridho dan barokahe gusti Alloh, Dengan kesehatan yang masih sedikit terganggu namun tetap semangat dalam menjalani aktifitas. Melaksanakan tugas sesuai dengan tupoksi dasar dengan baik.

Tiba saatnya sekitar jam 8 lebih, saya melancarkan aksinya dengan bergabung GTM (Gerakan Tutup Mulut) hehe… kaya arep demo nang senayan bae.  Ckckc…. Read more…

Cara Mudah Belajar Bersyukur

10 April 2012 Leave a comment

Syukur, kata yang sangat mudah untuk di ucapkan namun tak semudah dalam mengaplikasikannya, karena terkadang lupa hakikat dari syukur itu. Bagaimana sich cara mudah bersyukur? Apa keuntungannya kalau bisa bersyukur?

Setelah kemarin hujan-hujanan karena tidak bawa mantel dan memang karena terkena virus influensa tapi kekebalan antibodi kurang kuat atau mungkin karena baik jadi mengalah.. hehe… anti bodinya baik banget mau mengalah sama virusnya. Awalnya tenggorokan terasa sakit sampai datang pada waktunya mulai dech batuk kering, di lanjut batuk agak basah lantas kena dech yang namanya pilek dan sedikit pusing.

Sepertinya itu adalah suatu penyakit yang biasa dan wajar, paling setelah istirahat dan minum paracetamol  biasanya langsung sembuh. Namun setelah beberapa kali minum obat tak langsung sembuh. Inilah kita belajar proses, bahwa penyembuhan itu tidak langsung alias instan, karena butuh proses baik usaha nyata atau ikhtiar dan yang tidak kalah pentingnya adalah doa karena doa bisa menjadi perubah takdir dan takdir lainnya.

Pilek yang terlihat sederhana sekali namun bisa menjadi luar biasa tatkala Tuhan sedang mengujinya, Read more…

Tarawih di Sirongge Pondok Karangtengah Cilongok

28 August 2010 1 comment

Waktu menunjukan jam 17.15, mufid segera meluncur dari cilongok (pasar) ke arah utara barat untuk sampai di karang tengah, tempat sedulur tuane (hehe… sudin maksude). Lalu lintas di jalan raya cilongok sangat ramai. Karena mungkin banyak orang yang pulang kerja dan ngabuburit. Aku mampir dulu ke ATM BRI bwt nambah bekal, soale persediaan menipis. Setelah dari BRI Cilongok segera menuju ke arah utara yang ke pondok pesantren an-najah cilongok. Suasana hampir maghrib. Sudah ndak begitu banyak orang di jalan namun jalan masih lumayan rame. Melewati jalur ke pondok an-najah terus sampai ke Panembangan, terus melaju kebarat melewati stasiun karang tengah tanpa berhenti langsung menuju dukuh sirongge karang tengah.

Suasana beberapa menit lagi jam berbuka puasa sehingga terlihat beberapa orang di jalan menyiapkan berbuka puasa. Karena cape nulis sampai juga akhirnya di rumah sudin. Sebelah barat masjid sirongge. Alhamdulillah sampai di lokasi segera terdengar suara adzan maghrib tanda berbuka puasa. Sms pun dari sahabat muncul di inbox walau sekedar ngucapin met berbuka. Segera masuk rumah dan air rucuh mbawang sudah siap untuk di santap. Terlebih dahulu membatai pakai air putih. Dan langsung hajar tuh rucuh mbawangnya. Alhamdulillah aku berbuka karena nikmatMu ya Alloh. Sudin pamit mandi, dan aku menuju surau kecil di barat rumahe sudin. Aku ambil air wudhu dan menyusul sholat maghrib. Pasca sholat, dzikir dan berdoa. Terus di tanyain tuh sama jamaah. Orang mana dan mau kemana. Setelah di jawab eh malah di suruh ikut buka bareng di rumahnya. Ya saya ucapkan terima kasih aja, karena ndak enak juga sich. Hehe…

Sholat sudah selesai dan sudin pun sudah selesai mandi dan sholat magrib. Segera kami menyantap makan yang bersahaja namun sungguh sangat nikmat sekali. Lah ndak saya ceritain laukny apa, mbok pada iri sich…. hehe…. setelah selesai kami memperbaiki printer MP 258 yang katanya yang item ndak mau ngeprint. Dengan sedikit gerakan tangan sakti mufid, hehehe….. akhirnya bisa berjalan ngeprint. Namun hasilnya belum memuaskan, karena masih ada yang ndak ngeprint maksimal. Beberapa kali di coba eh ternayata dah masuk sholat isya. Jadi berhenti dulu dech dandan printere. Terus datang temen sudin langsung ngajak traweh di pondok karangtengah. Segera ku ambil air wudhu dan menuju pondok pesantren.

Suasana khas pondok yang damai terlihat banyak santri putra pada bersiap untuk sholat isya dan tarawih, setelah semua berkumpul, mulailah sholat di malam yang ke 18 di bulan ramadhan itu. Ini sholat tarawih jamaah ke dua saya di bulan ramadhan (hehe…. biasanya sholate munfarid sich).

Suara tartil yang indah membuat aku betah untuk mengikuti sholat tarawih, tanpa terasa pukul 20.00 dan selesai juga untuk rekaat yang ke 20. Setelah selesai langsung bubar… hehe… disini bukan bubar untuk keluar majlis, tapi untuk ngambil kitab suci Al-Quran, mereka bersama-sama tadarus Al-Quran. Dan tanpa rasa malu aku pulang dulu sama sudin (rai gedeg sich… ).

Nyampe di rumah segera melesaikan tugas printernya, dan begitu banyak kegagalan namun tetap mencoba sampai pada akhirnya dah cukup maksimal hasil print nya. Tanpa basa-basi segera aku pamitan untuk pulang. Daaahh…. Wassalam.

Sebtu Pon, Weton enom

28 August 2010 Leave a comment

Terasa lama banget ndak ngebLog, akhirnya untuk mengisi kegiatan, dari pada pikiran kosong, melamun, apamaning mikir sing ora-ora. Hehe…. ya mending nulis catetan urip. Ya senajan beberapa jam terkadang bisa menjadi kenangan. Kemaren hari jumat mufid mendapatkan anugerah ujian dari Alloh swt. Diantaranya sakit pusing yang sungguh… sungguh … terLalu. Sehingga bada sholat jumat tanpa basa-basi langsung tidur sampai skitar jam 15.00 terbangun. Ternyata ada sms dari sahabat dekat yang sudah seperti keluarga sendiri. Tanpa ragu segera ku telepon nomer itu dan kebetulan sedang di rumah. Sehingga aku pun tanpa pikir panjang segera bersiap-siap, sholat ashar dulu terus meluncur ke cilongok.

Alhamdulillah ketemu dengan orang yang bersangkutan. Tanpa basa-basi langsung aku ngomong kalo lagi mumet ora karu-karuan lan matane juga madan lara. Hehe… ternyata pengertian juga. Tanpa berkelit langsung di hajar tubuhku. Pertama bagian kepala yang memang katanya sumber sakitnya. Hampir seluruh kepala di hajar dengan jari saktinya. Dalam waktu singkat dapat mengumpulkan dzolim yang cukup banyak dan di pindahkan ke dalam media kerikil. Ya memang menurutnya media ini yang aman dan mudah terjangkau oleh siapapun. Tanpa perlu kembang atau minyak wangi bahkan kemenyan. Di sisir semua yang menjadi sumber rasa sakitnya. Dan Alhamdulillah setelah di pindahkan ke kerikil kepala dan badan sedikit terasa enteng. Walaupun sakitnya masih terasa.

Istirahat sejenak buat ngumpulin tenaga, terus bergerak tuh jari tangan nya mijet titik refleksi dengan otomatis ke daerah yang perlu di kendorkan urat sarafnya. Hampir 15 menit sudah waktu berjalan dan akhirnya selesai juga. Segala puji bagi Alloh swt, Alloh memberikan kesebuhan, walau belum sembuh total. Yang penting pesannya semakin mendekatkan diri kepada Alloh swt, selalu istighfar, Jangan terlalu kecapaian, ojo mikir sing ora perlu di pikir, aja nglamun lan pikirane aja kosong.

Ternyata tubuhku ndak kuat karena banyak yang menyerang dan juga memang pertahanan saya juga jebol sehingga pantas saja kalau terasa sakit kepala yang ndak wajar, mata tidak se tajam kucing, dan terkadang ada bisikan-bisikan halus yang tidak lain adalah belis yang di pelihara oleh mantan juraganku. Subhanalloh, ini pelajaran yang sangat berharga. Aku harus lebih waspada dan mawas diri.  Terima kasih Tuhan, terima kasih sahabat sekaligus keluargaku.

Oh iya, tadi sebelum nyampai di tujuan ada kecelakaan antara 2 motor, emang ndak begitu parah, namun itu terjadi karena kurang waspada dan hati-hati. Makanya kita memang dalam hidup harus melibatkan hati. Semua tindak laku kita kalau di jalankan dengan hati insyalloh aman dan di Ridhoi ilahi.

Perjalanan 1 juta langkah ke Cipendok

26 June 2010 1 comment

Senin, 21 juni 2010 bertempat di gubug tua mufid yang terletak di kaki gunung slamet. Waktu itu jam menunjukan pukul 09.00 WIB. Tiba-tiba sahabat saya sudin nawarin saya untuk maen ke rumahnya yang emang tidak jauh dari cipendok. Dan dengan cepat aku menjawab yuh maen ke curug cipendok. Tapi kali ini kita berbeda, biasanya kan naek motor langsung ke lokasi curug cipendok. Saya mengusulka untuk melewati jalan yang berbeda biar lebih greget. Sudin akhirnya menyetujuinya. Segera aku menghubungi sahabat-sahabat yang sekiranya bisa ikut.

Setelah ada gambaran siapa saja yang ikut segera menuju ke sahabat bancet atau little frog. Di sana dapat temen 1 lagi tidak lain kakaknya bancet yaitu kang afif yang berawakan kurus ak begitu tinggi dan berambut panjang. Ternyata kang afif mau ikut untuk refreshing dan emang belum pernah ke curug cipendok.

Perjalanan di mulai jam 10 lebih, ndak tau lebihnya berapa. Hehe… 3x

Keluar dari desa beji menuju wilayah karangsalam, kebocoran terus melaju melewati pasir nyampai di Spenpa tempat sekolah kenangan. Terus melaju ke karanglewas menuju arah barat, menerobos terus ke pasar cilongok sampai menuju pernasidi, melewati panembangan dan nyampe juga di dukuh sirongge desa karang tengah kec. Cilongok.

Di sini kita berempat (sudin, aruf, mfd, kang afif) nyante sambil menunggu adzan dzuhur dan juga nunggu uunk yang katanya dari purwokerto. Adzan berkumandang, segera melaksanakan sholat dan sudah berkumpul perjalanan kita mulai. Waktu menunjukan jam 12.30 WIB. Keluar dari sirongge menuju pule, arah sambirata.

Wah..  asyik banget ternyata melihat pemandangan yang alami dan sangat indah. Tak ketinggalan kamera hape SE K510i yang berada di saktu ingin mengabadikan moment ini. Ini beberapa foto jepretan keindahan bumi pertiwi indonesia.

Banyak yang kita temui dalam perjalanan. Oh iya sebelum melanjutka perjalanan kita pun sempatkan untuk beli perbekalan berupa es, rokok, mendoan dan snack timus gula jawa. Setidaknya ikut menemani perjalanan yang lumayan jauh ini. Baru ¼ perjalanan ternyata perbekalan sudah habis. Hehe… yach berjalan terus sambil mencari aliran sungai dan menemukan aliran sungai yang dari cipendok. Di sini kami bisa mencuci muka dan minum air yang masih alami. Setelah bersantai di sini dan badan sudah agak segar kami lanjutkan perjalanan menuju grumbul karang gondang desa sambirata. Melewati tanjakan yang lumayan dan sangat melelahkan. Nyampai juga di mushola dukuh karang gondang kita pun beristirahat lagi. Read more…

Wisata Banyumas Gratis, Pule Karangtengah Cilongok

18 May 2010 2 comments

Hari ahad 16 Mei 2010 pagi saya sudah online. Berselancar di dunia maya. Dari situs web pemerintah kabupaten banyumas (www.banyumaskab.go.id) saya mendapatkan info, saran wisata yang di publikasikan dari perburbakalaan kabupaten banyumas. Salah satu yang mebuat saya tertarik adalah Pule desa karang tengah kec. Cilongok kab. Banyumas di karenakan lokasi nya deket dengan sahabatku dan saya memang sudah sering ke wilayah karangtengah tersebut.

Setelah jam menuju pukul 07.00 WIB saya pulang ke rumah. Segera saya menyelesaikan tugas2 pekerjaan rumah. Mencuci baju, beres2 kamar, ngebersihin rumah, mandiin motor dsb. Semuanya sambil online nopi di laptop kesayanganku. Berbagai acara tivi berlalu dan aktivitas pekerjaanku pun usai. Sampai kira2 sekitar jam 11.30 WIB. Setelah selesai semua dan bersiap2, karena tanggung jadi nunggu sholat dzhuru dulu dan kebetulan saudara sepupu saya maen ke rumah bwt minjem windows xp sp3 buat ngerepair PC nya. Setelah waktu nya dating, adzan dzuhur berkumandang di seluruh masjid dan mushola di desa beji tercinta ini segera ku mengambil air wudhu dan melaksanakan ibadah sholat dzuhur. Hehe,,, selagi masih bisa sholat ya sholat !!! sebelum datang waktu untuk di sholati.

Bada sholat dzhuhur ku segera meluncur ke TKP. Melewati desa beji, karangsalam, menembus lorong casablanka di kebocoran, pertigaan dipo berlanjut ke pasir lor, melewati jalan kabupaten yang sudah sangat parah, banyak berlubang. Entah sampai kapan jalan itu akan di perbaiki. Karanglewas lewat ku menuju barat tapi tidak mencari kitab suci soale sudah di kerjakan sama kera sakti. Hehe…. Nyampe langgong sari ku ambil lewat jalan tikus tuk menuju desa panembangan dan nyampe juga di karang tengah. Kebetulan saya nyampe di TKP tapi tuna rumahnya ndak ada di rumah coz lagi nganterin ceweknya ke cipete. Ya akhirnya medang disit karo cerita kambi biyunge… nyampe segelas air putih pun habis dengan cepat karena dahaga yang ku alami tadi di perjalanan.

Singkat cerita, karena saya agak bosen ke curug cipendok jadi nyari temat represhing alami yang cukup bagus dan indah murah meriah juga. Hehehe,,,, tak berapa lama temenku ngajaki ke tempat tersebut. Orang menyebutnya Pule. Ndak tahu apa maksude dengan nama itu. Setelah pamit dengan nyokap temenku segera ku susuri jalan lingkungan desa menuju sungai terusan dari cipendok. Awalnya jalannya masih bagus namun setelah nyampe di madas mayung salah satu grumbul di karangtengah jalannya bukan lagi di aspal tapi ini kayaknya jalan cor2an yg biasa bwt lewat mobil pengangkut hasil panen warga sekitar. Ku susuri jalan itu sampai akhirnya tiba di aliran sungai dari curug cipendok ini. Terlihat bendungan yang membagi aliran sungai untuk daerah irigasi persawahan warga sekitar.

Wah… asyik juga nih tempat. Waktu itu jam menunjukan sekitar pukul 14.00 beberapa anak dan remaja sudah pada rame di daerah ini. Entah pada sekedar represhing cuci mata atau ada yang sengaja mandi2an di sungai (anak2 nich….) serta ada juga yang hobi mancing di sini. Ku berdiri di jembatan dan terlihat pemandangan yang begitu cantik, indahnya ciptaan tuhan. Tampak juga curug yang cukup tinggi yang tidak lain adalah curug cipendok. Terlihat anak2 kecil sedang asyik mandi (jadi inget masa kecil dulu di banjaran river hehe…) ada yang bermain air yaitu dua remaja cewek yang sedang nunggu cowoknya, serta 2 orang yang sedang asyik panen di sungai tidak lain sunan jaga kali heh… maksude lagi mancing lach…. Lumayan banyak juga tuch ikan Lunjar dan Ucengnya.

Ku ikut turun ke sungai dan cuci muka, soale rada ndak enak banget sich wajahe… ikut menyusuri sungai ke selatan dan terlihat ada yang sedang hunting foto. Ada 2 model photo satu pake warna pink dan satunya lagi warna putih. Satu penata rias dan 2 photografer, 1 asistennya. Mereka terasa asik menikmati keindahan alam dan keindahan sang model… iseng ana deketein dan benernya pengin ambil gambar bareng tapi ndak enak lach… akhirnya ngobjek pemandangan alam aja nich… nih saya upload juga hasil jepretanku dengan kamera hape yang sangat minim tapi dengan sedikit trik jadi kelihatan agak patut lach kalo di sawang… hehe…


Oh iya tentang nama Pule yang menjadi nama daerah/lokasi tersebut ternyata bersumber dari nama pohon Pule yang sangat besar di sebelah barat aliran sunga itu. Pohon Pule yang cukup besar dan ndak begitu tinggi. Konon katanya sudah sangat tua. Dan berdasarkan cerita masyarakat sekitar. Belum ada dan emang tidak ada yang berani menebang pohon Pule tersebut. Andai kata sudah di tebang sore hari. Maka kemungkinan paginya akan kembali seperti semula sebelum di tebang. Entah mitos atau kenyataan karena saya tidak melihat langsung. Soale kalo saya mau nebang pohon tersebut ndak enak lach… bukan punya mbah saya sich… hehe…. Namun dengan adanya pohon Pule ini menjadikan suasana menjadi lebih indah dan nyaman untuk di pandang.

Di tempat ini juga konon dari jaman dulu, jamannya bapak dan mbah dan sebelumnya tempat ini menjadi tempat favorit muda-mudi untuk bertemu, berkenalan sampai buat pacaran loch… hehe…. Ini nich yang biasanya tempat buat para muda-mudi sekarang… dan dari pengamatan saya memang terlihat begitu. Apalagi kalo para petai sudah pada pulag dari sawah dan sudah masuk bada ashar dah mulai banyak tuh cowok-cewek pada datang ke tempat ini.

Setelah saya puas menikmati keindahan alam dan emang cuaca pada saat itu sudah gerimis jadi terpaksa saya segera meninggalkan tempat itu. Kembali ke rumah sahabatku dengan menyusuri air sungai kecil yang mengaliri irigasi persawahan. Dan emang di jalanan pun aku melihat beberapa yang sedang asyik pacaran. Waw… lumayan cape juga nich… nyampe rumah langsung makan nich,… ibu sahabatku ini sangat baik banget. Setelah sholat ashar segera saya pulang ke tempat asal. Karena terasa cape banget langsung tertidur setelah sholat maghrib nich…. Yach sampai jumpa lagi dech….

Mari saling mengingatkan dalam hal kebaikan. Menjadikan hidup lebih bermakna…

<><><>(blogmufid)<><><>

%d bloggers like this: