Home > Catatan Harian > Diam lebih sulit dari pada bicara

Diam lebih sulit dari pada bicara

Rabu, 11 April 2012, aktifitasku di mulai dari bangun tidur, melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai umat manusia dan prepare goes to hospital. Sebenarnya aktifitas seperti biasanya hanya saja karena jam dinding pun tertawa hahhaa… karena ku hanya diam (kayak lagune jamrud), ternyata jamnya telat 10 menit jadi dipastikan nyampe tujuan lebih dari 10 menit dari yang di rencanakan.

Memulai pekerjaan dengan doa agar semua pekerjaan dapat di selesaikan dengan baik dan lancar serta tentu saja mendapat ridho dan barokahe gusti Alloh, Dengan kesehatan yang masih sedikit terganggu namun tetap semangat dalam menjalani aktifitas. Melaksanakan tugas sesuai dengan tupoksi dasar dengan baik.

Tiba saatnya sekitar jam 8 lebih, saya melancarkan aksinya dengan bergabung GTM (Gerakan Tutup Mulut) hehe… kaya arep demo nang senayan bae.  Ckckc…. Entah dapat inspirasi darimana tiba-tiba saja pengin nyari isolasi dan menutup mulut saya sendiri dengan tisu yang di isolasi. Perjalanan Demo yang beraksi dengan tutup mulut pun di mulai. Banyak komentar dari temen-temen baik yang bersifat positif maupun negatif.

Hampir satu jam lebih saya ikut aksi gerakan tutup mulut mbanyumas dengan menggunakan bahasa isyarat dan kalo mau bicara harus ngetik di Notepad kepada orang yang di tuju layaknya sms. Haha…. Ternyata banyak juga ujiannya, mulai di ledeki  sampai di bikin ndak bisa nahan ketawa, hwkwkw..

Singkat cerita setelah habis masa aktif berlakunya GTM ku sedikit merenung dan ada beberapa yang terselip dalam benak dan pikiran, setelah saya buktikan dalam hal yang sederhana ternyata Diam itu Lebih sulit dari pada berbicara. Karena diam itu bekerja lebih, pikiran bekerja, mulutnya juga bekerja dengan berusaha agar tertutup dan hati harus bisa menerima dengan pasrah karena tidak bisa membela dengan kata-kata.

Filosofinya bahwa kita yang di beri hak untuk berbicara oleh Alloh Harus benar-benar di syukuri, karena banyak orang yang tidak di beri kesempatan untuk bicara baik secara sementara maupun selamanya dan juga harus bisa menjaga mulutnya agar tidak berbicara yang justru menambah amalan dosa sebagai tabungan di neraka. Karena ada pepatah mulutmu harimaumu.

Itu sedikit pelajaran alam hari ini, dan catatan hari ini yang lain adalah bisa ikut makan-makan bareng temen dengan santapan nasi padang yang luarr biasa pedasnya. Hehe…  perjalanan pulang menuju purwokerto sambil mengantar titipan proposal ke bupati titipan saudara yang sedang transmigrasi di kalimantan barat. Selesai dari bagian umum setda banyumas segera meluncur ke watumas dan di lanjut kerumah beji tercinta. Mulai pembahasan mata kuliah berikutnya bersama mas soep dalam dunia IT, software, web desain dan berbagai macam referensi pembuatan website.

Bukanlah yang sempurnya yang ku inginkan hari ini, karena tidak mungkin mendapatkanya sebab hanya Alloh lah pemilik kesempurnaan sejari. Nikmati hidup selagi hidup dan tetap semangat karena Selalu ada harapan tuk mencapai kebahagiaan.

  1. 26 February 2014 at 19:20

    kang filnya ga bisa di donlod dah rusak

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: