Home > Catatan Harian > Perjalanan 1 juta langkah ke Cipendok

Perjalanan 1 juta langkah ke Cipendok

Senin, 21 juni 2010 bertempat di gubug tua mufid yang terletak di kaki gunung slamet. Waktu itu jam menunjukan pukul 09.00 WIB. Tiba-tiba sahabat saya sudin nawarin saya untuk maen ke rumahnya yang emang tidak jauh dari cipendok. Dan dengan cepat aku menjawab yuh maen ke curug cipendok. Tapi kali ini kita berbeda, biasanya kan naek motor langsung ke lokasi curug cipendok. Saya mengusulka untuk melewati jalan yang berbeda biar lebih greget. Sudin akhirnya menyetujuinya. Segera aku menghubungi sahabat-sahabat yang sekiranya bisa ikut.

Setelah ada gambaran siapa saja yang ikut segera menuju ke sahabat bancet atau little frog. Di sana dapat temen 1 lagi tidak lain kakaknya bancet yaitu kang afif yang berawakan kurus ak begitu tinggi dan berambut panjang. Ternyata kang afif mau ikut untuk refreshing dan emang belum pernah ke curug cipendok.

Perjalanan di mulai jam 10 lebih, ndak tau lebihnya berapa. Hehe… 3x

Keluar dari desa beji menuju wilayah karangsalam, kebocoran terus melaju melewati pasir nyampai di Spenpa tempat sekolah kenangan. Terus melaju ke karanglewas menuju arah barat, menerobos terus ke pasar cilongok sampai menuju pernasidi, melewati panembangan dan nyampe juga di dukuh sirongge desa karang tengah kec. Cilongok.

Di sini kita berempat (sudin, aruf, mfd, kang afif) nyante sambil menunggu adzan dzuhur dan juga nunggu uunk yang katanya dari purwokerto. Adzan berkumandang, segera melaksanakan sholat dan sudah berkumpul perjalanan kita mulai. Waktu menunjukan jam 12.30 WIB. Keluar dari sirongge menuju pule, arah sambirata.

Wah..  asyik banget ternyata melihat pemandangan yang alami dan sangat indah. Tak ketinggalan kamera hape SE K510i yang berada di saktu ingin mengabadikan moment ini. Ini beberapa foto jepretan keindahan bumi pertiwi indonesia.

Banyak yang kita temui dalam perjalanan. Oh iya sebelum melanjutka perjalanan kita pun sempatkan untuk beli perbekalan berupa es, rokok, mendoan dan snack timus gula jawa. Setidaknya ikut menemani perjalanan yang lumayan jauh ini. Baru ¼ perjalanan ternyata perbekalan sudah habis. Hehe… yach berjalan terus sambil mencari aliran sungai dan menemukan aliran sungai yang dari cipendok. Di sini kami bisa mencuci muka dan minum air yang masih alami. Setelah bersantai di sini dan badan sudah agak segar kami lanjutkan perjalanan menuju grumbul karang gondang desa sambirata. Melewati tanjakan yang lumayan dan sangat melelahkan. Nyampai juga di mushola dukuh karang gondang kita pun beristirahat lagi.

Di dukuh karang gondang ini banyak juga di temui kincir air yang digunakan warga sekitar untuk penerangan listrik, maka tidak heran jika terlihat di siang hari tapi lampu di depan rumah tetap menyala. Perjalanan berlanjut sampai titik terakhir pedesaan, menuju daerah persawahan dan memasuki hutan pinus.

perjalanan di hutan pinus kami merasa sangat haus sekali setibanya di puncak kami dikejutkan dengan adanya gubug yang sedang memasak air, namun kami tak jadi minta air karena kata sudin bentar lagi akan nyampe. perjalanan di liputi dengan rasa dahaga dan juga lapar.

kami menemukan semacam buah stroberi kecil dan di makan ternyata lumayan enak juga, sempat menemukan buah yang aneh seperti buah apel tapi ketika di buka rasanya sangat pahit sekali. menyaksikan tanaman cimeng cukup banyak dan juga sempat melihat belalang hutan yang warnanya hijau ke emasan. waktu terus berlalu sampai juga di aliran sungai cipendok dan di sini bisa cuci muka dan meminum air untuk pelega tenggorokan.

setelah agak lega segera menuju lokasi cipendok dan karena sangat lapar jadi tak kuasa untuk menuju warung mie rebus. ternyata sangat rame karena baru saja terjadi 2 insan pingsan di bawah air terjun karena kedinginan selama hampir 2 jam. beruntung ada rombongan dari bumiayu yang cantik2 dan baik hati untuk menolongnya.  kami segera memesan mie rebus dan menikmati pemandangan dua insan yang sedang pinsan. sedikit membantu dan akhirnya sadar juga namun sekujur tubuhnya dingin sekali.

setelah beres dan membayar mie rebus segera turun untuk memanjakan diri di air terjun cipendok yang cukup tinggi. kami sudah siap sehingga hape + dompet sudah aman dari air. kami mengisi air mineral sampai penuh dan tak kuat bertahan dgn dinginnya air cipendok segera untuk meninggalkan lokasi dan menuju tempat yang lebih nyaman.

karena waktu yang sudah cukup sore kami putuskan untuk pulang ke karangtengah.

This slideshow requires JavaScript.

  1. Arie Phony
    20 January 2012 at 08:55

    Sering denger jalan itu, tapi blom pernah Coba…?? kayaknya lebih seru dech dr pada Jln yg bysa….hehe^_^

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: