Home > Catatan Harian > Wisata Banyumas Gratis, Pule Karangtengah Cilongok

Wisata Banyumas Gratis, Pule Karangtengah Cilongok

Hari ahad 16 Mei 2010 pagi saya sudah online. Berselancar di dunia maya. Dari situs web pemerintah kabupaten banyumas (www.banyumaskab.go.id) saya mendapatkan info, saran wisata yang di publikasikan dari perburbakalaan kabupaten banyumas. Salah satu yang mebuat saya tertarik adalah Pule desa karang tengah kec. Cilongok kab. Banyumas di karenakan lokasi nya deket dengan sahabatku dan saya memang sudah sering ke wilayah karangtengah tersebut.

Setelah jam menuju pukul 07.00 WIB saya pulang ke rumah. Segera saya menyelesaikan tugas2 pekerjaan rumah. Mencuci baju, beres2 kamar, ngebersihin rumah, mandiin motor dsb. Semuanya sambil online nopi di laptop kesayanganku. Berbagai acara tivi berlalu dan aktivitas pekerjaanku pun usai. Sampai kira2 sekitar jam 11.30 WIB. Setelah selesai semua dan bersiap2, karena tanggung jadi nunggu sholat dzhuru dulu dan kebetulan saudara sepupu saya maen ke rumah bwt minjem windows xp sp3 buat ngerepair PC nya. Setelah waktu nya dating, adzan dzuhur berkumandang di seluruh masjid dan mushola di desa beji tercinta ini segera ku mengambil air wudhu dan melaksanakan ibadah sholat dzuhur. Hehe,,, selagi masih bisa sholat ya sholat !!! sebelum datang waktu untuk di sholati.

Bada sholat dzhuhur ku segera meluncur ke TKP. Melewati desa beji, karangsalam, menembus lorong casablanka di kebocoran, pertigaan dipo berlanjut ke pasir lor, melewati jalan kabupaten yang sudah sangat parah, banyak berlubang. Entah sampai kapan jalan itu akan di perbaiki. Karanglewas lewat ku menuju barat tapi tidak mencari kitab suci soale sudah di kerjakan sama kera sakti. Hehe…. Nyampe langgong sari ku ambil lewat jalan tikus tuk menuju desa panembangan dan nyampe juga di karang tengah. Kebetulan saya nyampe di TKP tapi tuna rumahnya ndak ada di rumah coz lagi nganterin ceweknya ke cipete. Ya akhirnya medang disit karo cerita kambi biyunge… nyampe segelas air putih pun habis dengan cepat karena dahaga yang ku alami tadi di perjalanan.

Singkat cerita, karena saya agak bosen ke curug cipendok jadi nyari temat represhing alami yang cukup bagus dan indah murah meriah juga. Hehehe,,,, tak berapa lama temenku ngajaki ke tempat tersebut. Orang menyebutnya Pule. Ndak tahu apa maksude dengan nama itu. Setelah pamit dengan nyokap temenku segera ku susuri jalan lingkungan desa menuju sungai terusan dari cipendok. Awalnya jalannya masih bagus namun setelah nyampe di madas mayung salah satu grumbul di karangtengah jalannya bukan lagi di aspal tapi ini kayaknya jalan cor2an yg biasa bwt lewat mobil pengangkut hasil panen warga sekitar. Ku susuri jalan itu sampai akhirnya tiba di aliran sungai dari curug cipendok ini. Terlihat bendungan yang membagi aliran sungai untuk daerah irigasi persawahan warga sekitar.

Wah… asyik juga nih tempat. Waktu itu jam menunjukan sekitar pukul 14.00 beberapa anak dan remaja sudah pada rame di daerah ini. Entah pada sekedar represhing cuci mata atau ada yang sengaja mandi2an di sungai (anak2 nich….) serta ada juga yang hobi mancing di sini. Ku berdiri di jembatan dan terlihat pemandangan yang begitu cantik, indahnya ciptaan tuhan. Tampak juga curug yang cukup tinggi yang tidak lain adalah curug cipendok. Terlihat anak2 kecil sedang asyik mandi (jadi inget masa kecil dulu di banjaran river hehe…) ada yang bermain air yaitu dua remaja cewek yang sedang nunggu cowoknya, serta 2 orang yang sedang asyik panen di sungai tidak lain sunan jaga kali heh… maksude lagi mancing lach…. Lumayan banyak juga tuch ikan Lunjar dan Ucengnya.

Ku ikut turun ke sungai dan cuci muka, soale rada ndak enak banget sich wajahe… ikut menyusuri sungai ke selatan dan terlihat ada yang sedang hunting foto. Ada 2 model photo satu pake warna pink dan satunya lagi warna putih. Satu penata rias dan 2 photografer, 1 asistennya. Mereka terasa asik menikmati keindahan alam dan keindahan sang model… iseng ana deketein dan benernya pengin ambil gambar bareng tapi ndak enak lach… akhirnya ngobjek pemandangan alam aja nich… nih saya upload juga hasil jepretanku dengan kamera hape yang sangat minim tapi dengan sedikit trik jadi kelihatan agak patut lach kalo di sawang… hehe…


Oh iya tentang nama Pule yang menjadi nama daerah/lokasi tersebut ternyata bersumber dari nama pohon Pule yang sangat besar di sebelah barat aliran sunga itu. Pohon Pule yang cukup besar dan ndak begitu tinggi. Konon katanya sudah sangat tua. Dan berdasarkan cerita masyarakat sekitar. Belum ada dan emang tidak ada yang berani menebang pohon Pule tersebut. Andai kata sudah di tebang sore hari. Maka kemungkinan paginya akan kembali seperti semula sebelum di tebang. Entah mitos atau kenyataan karena saya tidak melihat langsung. Soale kalo saya mau nebang pohon tersebut ndak enak lach… bukan punya mbah saya sich… hehe…. Namun dengan adanya pohon Pule ini menjadikan suasana menjadi lebih indah dan nyaman untuk di pandang.

Di tempat ini juga konon dari jaman dulu, jamannya bapak dan mbah dan sebelumnya tempat ini menjadi tempat favorit muda-mudi untuk bertemu, berkenalan sampai buat pacaran loch… hehe…. Ini nich yang biasanya tempat buat para muda-mudi sekarang… dan dari pengamatan saya memang terlihat begitu. Apalagi kalo para petai sudah pada pulag dari sawah dan sudah masuk bada ashar dah mulai banyak tuh cowok-cewek pada datang ke tempat ini.

Setelah saya puas menikmati keindahan alam dan emang cuaca pada saat itu sudah gerimis jadi terpaksa saya segera meninggalkan tempat itu. Kembali ke rumah sahabatku dengan menyusuri air sungai kecil yang mengaliri irigasi persawahan. Dan emang di jalanan pun aku melihat beberapa yang sedang asyik pacaran. Waw… lumayan cape juga nich… nyampe rumah langsung makan nich,… ibu sahabatku ini sangat baik banget. Setelah sholat ashar segera saya pulang ke tempat asal. Karena terasa cape banget langsung tertidur setelah sholat maghrib nich…. Yach sampai jumpa lagi dech….

Mari saling mengingatkan dalam hal kebaikan. Menjadikan hidup lebih bermakna…

<><><>(blogmufid)<><><>

  1. xxx
    14 September 2010 at 04:54

    http://fullgratis.cz.cc gabung ya pak wapsite cah lebaxsiu

  2. Affandi Permana
    9 November 2010 at 23:34

    Kalau boleh tahu pohon pule itu milik seseorang (pribadi) atau tumbuh d tanah titisara/tanah desa? Trim’s

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: